Kumpulan Kebaikan Perangai Dan Adab Nabi Muhammad Rasulullah Saw - Yusril Samalanga -->


Ini adalah beberapa perhimpunan kebajikan-kebajikan Rasulullah saw, yang telah dihimpunkan oleh sebahagian ulama yang diambil daripada beberapa hadist Nabi Muhammad Rasulullah saw.

1. Rasulullah saw adalah terlebih penyabar daripada segala manusia, yaitu tidak cepat marah.

2. Rasulullah saw adalah terlebih berani daripada segala manusia.

3. Rasulullah saw adalah terlebih adil daripada segala manusia.

4. Rasulullah saw adalah terlebih memelihara akan agama daripada segala manusia.

5. Rasulullah saw adalah tiada menyentuh dengan tangan perempuan yang bukan miliknya.

6. Rasulullah saw adalah terlebih murah daripada segala manusia.

7. Rasulullah saw adalah terkadang menjahit sandalnya yang putus dan terkadang ia menampal bajunya yang bekas dan terkadang ia berkhidmat pada pekerjaan yang hina akan ahlinya dan terkadang ia memotong daging serta ahlinya.

8. Rasulullah saw adalah terlebih sangat pemalu hingga tiada tiap-tiap matanya pada muka seseorang.

9. Rasulullah saw adalah memperkenankan panggilannya hamba orang dan memperkenankan ia akan panggilan orang yang merdeka dan menerima ia akan hadiah dan jikalau satu teguk air susu kambing atau satu paha pelanduk(kancil) atau air gulai daging sekalipun dan membalas ia atasnya dan memakan ia akan hadiah itu dan tiada memakan ia akan sedekah(zakat) dan tiada ia enggan memperkenankan panggilan sahaya perempuan dan panggilan orang yang miskin dan marah ia kepada orang yang berbuat maksiat karena berbuat maksiat pada tuhannya dan tiada orang lain marah karenanya.

10. Rasulullah saw adalah menyelesaikan akan pekerjaan yang sebenarnya meski yang demikian itu akan berbalas mudharat baginya dan segala sahabatnya sekalipun.

11. Rasulullah saw adalah terkadang mengikat batu diatas perutnya karena lapar dan terkadang ia memakan akan barang yang datang makanan padanya dan tiada menolak ia akan barang yang daripadanya makanan dan tiada benci ia daripada makanan yang halal jika mendapat ia akan kurma tanpa roti maka dimakannya dan jika mendapat ia akan daging yang dibakar maka memakan memakan ia dan jika mendapat ia roti gandum atau roti sya’ir maka memakan ia dan jika mendapat ia halua atau madu maka memakan ia dan jika mendapat ia air susu kambing tanpa ada roti maka telah memadai ia dan jika mendapat ia buah timun atau rutab juga dimakannya.

12. Rasulullah saw adalah tiada makan dengan bersandar diri dan tiada makan diatas talam atau tempat yang tinggi, tetapi ia makan diatas safarah/ dan sapu tangannya itu dua telapak kakinya dan tiada kenyang ia daripada makanan roti gandum dan roti sya’ir tiga hari berturut-turut hingga ia kembali/wafat pada Allah swt adalah yang demikian itu karena ia mengurangkan makan dengan ikhtiarnya bukan karena fakir dan bukan karena kikir.

13. Rasulullah saw adalah memperkenankan panggilan jamuan orang yang menikah atau lainnya dan berkunjung kepada orang yang sakit dan menghadiri jenazah dan berjalan ia padahal ia seorang diri diantara perhimpunan seterunya tanpa ada yang mengawalnya.

14. Rasulullah saw adalah yang terlebih sangat merendahkan diri daripada manusia dan terlebih sangat segan akan dirinya dan tiada ia membesar-besarkan dirinya dan terlebih sangat fasih atau mudah dipahami perkataan padahal ia tiada melanjutkan perkataan dan yang terlebih baik ia daripada segala manusia menyenangkan hati padahal tiada menyusahkan akan dia itu oleh suatu daripada pekerjaan dunia.

15. Rasulullah saw adalah memakai pakaian mendapat ia akan dia, maka sesekali ia memakai akan kain bulu yang hitam dan sesekali ia memakai akan kain benang buatan negeri yaman dan sesekali ia memakai baju jubah bulu unta atau bulu kambing, maka apapun pakaian yang didapatnya, yang mubah(diharuskan) maka memakai ia akan dia.

16. Rasulullah saw adalah cincinnya itu perak dipakainya pada kelingking kanan dan terkadang juga dipakaikan pada kelingking yang kiri.

17. Rasulullah saw adalah terkadang berkendaraan serta dibelakangnya itu hambanya atau orang lain bersama dengan dia berkendaraan, dan terkadang berkendaraan ia dengan kendaraan barang yang didapatnya. Sesekali ia berkendaraan dengan kuda, sesekali  dengan unta, dan sesekali dengan bughal syahbak dan sesekali dengan keledai dan sesekali ia berjalan kaki tiada memakai kaus dan dengan tiada berselendang dan tiada bersurban dan tiada berpeci, terkadang ia pergi melihat orang yang sakit pada tempat yang sangat-sangat jauh dari madinah.

18. Rasulullah saw adalah menyukai akan bau-bauan yang harum dan benci ia pada bau yang busuk dan terkadang duduk ia bersama-sama orang fakir dan terkadang ia makan bersama-sama orang yang miskin dan memuliakan ia akan orang yang terlebih baik didalam perangainya itu.

19. Rasulullah saw adalah mendekati orang yang mempunyai kemuliaan dengan berbuat kebajikan bagi mereka itu dan memberi ia akan kerabatnya dengan tiada melebihkan ia akan mereka itu atas seorang yang terlebih afdhal daripada mereka itu dan tiada ia benci akan seorang dan menerima akan orang yang minta ‘odhor kepadanya.

20. Rasulullah saw adalah terkadang ia bergurau-gurau dan tiada berkata didalam gurau-guraunya itu melainkan dengan perkataan yang benar dan tertawa-tawa ia dengan tiada tergalak-galak dan terkadang melihat akan orang yang bermain yang mubah maka tiada ia menegur akannya dan terkadang ia berlomba-lomba akan ahlinya dan terkadang membentak pada hadapan nabi saw oleh seseorang, maka sabar ia atasnya.

21. Rasulullah saw adalah terdapat unta yang ada baginya air susu, dan kambing yang ada baginya air susu pula, padahal ia dan ahlinya itu tiap-tiap hari memakan daripada air susunya itu.

22. Rasulullah saw adalah mempunyai beberapa sahaya laki-laki dan perempuan padahal tiada meninggikan atas mereka itu makanan dan didalam pakaian yakni tiada melebihkan ia akan dirinya dalam makanan dan pakaian atas segala sahayanya itu.

23. Rasulullah saw adalah tiada berlalu waktunya melainkan dengan berbuat ibadah kepada Allah swt dan tiada lalu waktu melainkan ia didalam pekerjaan yang tak dapat tiada daripadanya daripada memperbaiki diri dan terkadang ia keluar kepada kebun sahabatnya dan tiada pernah ia menghinakan orang yang miskin sebab fakirnya atau sebab sangat tuanya dan tiada dihebatkan raja sebab kerjaannya itu padahal ia menyeru kepada orang yang miskin ini dan pada raja ini untuk berbuat ibadah kepada Allah swt dengan seruan yang sama juga.

24. Rasulullah saw adalah sungguh telah Allah swt himpunkan baginya kelakuan yang telebih afdhal dan perintah yang terlebih baik yang sempurna padahal ia ummi yaitu tiada membaca surat dan tiada menyurat/menulis sendirinya dan padahal ia lahir didalam perhimpunan orang jahilayah dan didalam dusun yang dipadang yaitu didalam negeri badui dan didalam perhimpunan orang yang mengembalai kambing padahal ia yatim yakni tiada baginya bapak dan tiada baginya ibu, sedang wafat ayah dan ibunya itu pada ketika ia masih kecil  dan mengajarkan oleh Allah swt baginya akan sekalian perangai yang kebajikan dan jalan kelakuan yang kepujian dan segala khabar yang terdahulu-dahulu dan segala khabar yang kemudian-kemudian dan segala khabar menunjukkan kelepasan dan kemenangan di dalam akhirat dan mudah-mudahan memberi taufik Allah swt akan kami agar berbuat taat kepadanya dan rasulnya dan mengikut dengan rasulnya pada perbuatannya dan perkataanya. 

Aamiin !

Sebelumnya diatas telah teruraikan sebahagian dari sekian banyaknya perhimpunan kebajikan-kebajikan perangai Rasulullah saw.

Dan inilah beberapa perhimpunan daripada  adab Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh ابو البحترى r.a.

1. Tiada memaki Rasulullah saw akan seseorang daripada orang yang mukmin dengan satu maki melainkan jadi baginya kafarah yakni jadi menghapuskan akan dosa dan jadi rahmat akan dia.

2. Tiada melaknat Rasulullah saw itu akan perempuan sekali-kali dan tiada ia melaknat akan khadamnya dengan satu laknat sekali-kali, dan berkata orang kepadanya, sedang ia didalam perang kafir, “jika engkau laknat akan mereka itu niscaya jadi binasa mereka itu ya Rasulullah”. Maka sabdanya, “bahwasanya dibangkitkan akan aku jadi Nabi karena memberi rahmat akan manusia dan tiada dibangkitkan akan daku karena melaknat mereka itu”.

3. Adalah Rasulullah saw apabila dimohonkan oleh seseorang agar ia mendoakan atas kebinasaan orang muslim atau kafir yang khas/ maka memalingkan ia daripada mendoakan atas kebinasaan dan mendoa ia akan kebajikan baginya.

4. Tiada memukul oleh Rasulullah saw dengan tangannya akan seseorang laki-laki melainkan bahwa memukul ia akannya dalam perang sabilillah.

5. Tiada marah Rasulullah saw daripada sesuatu yang diperbuat oleh seseorang kepada hadapannya sekali-kali, kecuali jika perbuatan itu yang membuka akan yang diharamkan oleh Allah swt.

6. Tiada disuruh orang pilih akan Rasulullah saw antara dua pekerjaan sekali-kali, melainkan memilih ia akan yang terlebih mudah daripada dua pekerjaan itu, melainkan bahwa jika ada pekerjaan yang didalamnya durhaka atau pekerjaan yang memutuskan persaudaraan maka adalah ia sangat menjauhi akan yang demikian itu terlebih daripada segala manusia.

7. Tiada ada datang seseorang yang merdeka atau sahaya laki-laki atau sahaya perempuan untuk meminta tolong mereka itu pada suatu hajat melainkan ia berdiri sertanya didalam hajatnya itu.

8. Berkata Anas r.a “demi Tuhan yang membangkitkan Rasulullah saw dengan sebenarnya, tiada berkata Rasulullah saw sekali-kali bagiku didalam sesuatu pekerjaan yang benci ia kepadanya “mengapa engkau perbuat akan dia” dan tiada mencela kepadaku oleh seseorang daripada ahlinya, melainkan bersabda ia bagi mereka itu “tinggalkan dia bahwasanya adalah pekerjaan ini dengan tersurat pada louh mahfudz dan telah Qadar pada ilmu Allah swt”.

9. Berkata beberapa sahabat bahwa “tiada mencela Rasulullah saw akan tempat berbaringnya yakni tempat tidurnya sekali-kali, jika dihamparkan baginya tempat tidur, niscaya berbaring ia diatasnya dan jika tiada dihamparkan baginya tempat tidur, maka berbaring diatas bumi jua”.

10. Bahwasanya telah mensifatkan Rasulullah saw oleh Allah swt didalam taurat, sebelum daripada membangkitkan mebangkitkan ia akan dia, yaitu tersebut didalam satir yang pertama, maka firman Allah swt “Muhammad Rasulullah hambaku yang aku pilih, tiada keras perkataan, tiada keras hatinya, tiada mengeraskan suaranya didalam ‘kenapa’, dan tiada membalas ia dengan kejahatan akan kejahatan tetapi ia memaafkan akan dia dan mengampuni akan dia”. Dan demikian lagi sifatnya itu tersebut didalam kitab injil.

11. Setengah daripada perangai Rasulullah saw itu bahwa ia memulai dengan memberi salam akan seseorang yang bertemu akan dia dan barang siapa mendirikan ia akan dia bagi hajatnya itu niscaya sabar ia berdiri hingga adalah seorang itu yang berpaling dahulu, kemudian maka ia berpaling pula dan tiada mengambil oleh seorang akan tangannya maka melepaskan ia akan dia hingga melepaskan seorang yang mengambil akan tangannya itu.

12. Rasulullah saw apabila bertemu dengan seorang daripada sahabatnya maka memulai ia akan berjabat tangan ia akan tangan seseorang itu kemudia maka sangat digenggamkan atas tangan seseorang itu.

13. Rasulullah saw tiada ia berdiri dan tiada ia duduk melainkan atas mengucap zikir yakni adalah Rasulullah saw membanyakkan zikir ditiap-tiap kelakuannya itu.

14. Rasulullah saw adalah tiada duduk seseorang kepadanya padahal sedang sembahyang ia, melainkan meringankan ia akan sembahyangnya itu dan menemui ia akannya, maka bersabda ia “adakah bagimu hajat” maka apabila telah selesai daripada hajat seseorang itu maka kembali ia melanjutkan mengerjakan sembahyangnya itu.

15. Kebanyakan duduk Rasulullah saw itu bahwa mendirikan akan dua lututnya dan merangkul ia dengan kedua tangannya pada kedua lututnya itu yakni seperti kain yang diikatkan daripada belakang kepada lutut dan tiada diketahui ketentuan tempat duduknya daripada tempat duduk sahabatnya yakni tiada beda tempat duduknya itu daripada tempat duduk segala sahabat itu karena bahwasanya sekira-kira barang mana kehinggaan dengan dia tempat duduk itu disitulah ia duduk.

16. Tiada terlihat sekali-kali daripada Rasulullah saw itu melanjurkan dua kakinya diantara hadapan segala sahabatnya hingga jadi picik dengan kedua kakinya atas seseorang melainkan jikalau ada tempat itu luas sekira-kira tiada picik didalamnya dan adalah kebanyakan duduk Rasulullah saw menghadap ia akan kiblat.

17. Rasulullah saw itu adalah memuliakan seseorang yang masuk atasnya hingga terkadang menghamparkan ia akan kainnya bagi seorang yang tiada antaranya dan antaranya kerabat dan bukan sepersusuan maka mendudukkan ia akan dia diatas kainnya yang dihamparkannya itu dan adalah Rasulullah saw melebihkan orang yang masuk kepadanya itu dengan memberikan ia akan bantalnya yang dibawahnya maka jikalau enggan seorang itu menerima akan dia maka sungguh-sungguh memberikan akan dia hingga memperbuat seseorang yang itu akan dia.

18. Tiada mendengar akan dia oleh seseorang melainkan menyangka bahwasanya ialah yang terlebih mulia kepada Rasulullah saw daripada segala manusia hingga memberi ia akan tiap-tiap seseorang yang duduk kepadanya akan bahagian daripada pihak kemuliaanya hingga adalah majlis Rasulullah saw itu pendengarnya dan ceritanya dan lemah lembut kelakuan kedudukannya itu dan memberi kesukaan bagi segala orang yang duduk kepadanya itu dan adalah majlis serta yang demikian itu majlis hayaak dan tawadhuk yakni tempat berhimpun orang dalam majlis itu orang yang pemalu dan orang yang merendahkan diri dan tempat adab dan tempat sopan dan tempat amanah(kepercayaan) dan tempat rahmat dari Allah swt, seperti firman Allah swt Q.S Ali-Imran/159:

فبما رحمة من الله لنت لهم ولو كنت فظا غليظ القلب لانفضوا من حولك

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu”.

19. Sungguh Rasulullah saw menyeru/memanggil akan sahabatnya dengan kinayah yakni dengan katanya “ya Aba pulan” jikalau kali-laki dan “ya ummu pulan” jikalau perempuan, karena memuliakan bagi mereka itu dan karena supaya mencenderungkan bagi hati mereka itu kepadanya dan adalah Rasulullah saw memberi kinayah akan seseorang yang tiada ada baginya kinayah dan adalah diseru oleh orang dengan barang yang diberi kinayah akan dia oleh Rasulullah saw.

20. Rasulullah saw adalah memberi kinayah pula akan perempuan yang ada anak dan perempuan yang tiada baginya anak dan memulia baginya akan kinayah itu dan adalah ia memberi kinayah akan kanak-kanak maka jadi lembut dengan dia itu akan hati mereka itu.

21. Rasulullah saw adalah terlebih jarang marah daripada segala manusia dan terlebih segera ridha daripada mereka itu.

22. Rasulullah saw adalah terlebih kasih sayang daripada segala manusia dengan manusia dan terlebih berbuat kebajikan daripada segala manusia bagi manusia dan terlebih memberi manfaat ia daripada manusia bagi segala manusia dan tiada diangkatkan suara didalam majlisnya itu.

23. Rasulullah saw apabila berdiri daripada kedudukannya itu maka mengucap ia akan doa dan kemudian maka bersabda ia “mengajar akan aku kepadanya oleh Jibril a.s”.

اللهم و بحمدك أشهد ألا ﺈله ﺈلا أنت أستغفرك و أتوب ﺈليك


Maka itulah dari beberapa perhimpunan kebajikan-kebajikan perangai dan adab Rasulullah saw. Semoga kita dapat mengambil contoh teladan dari  segala sifatnya. 

Aamiin !

Kumpulan Kebaikan Perangai Dan Adab Nabi Muhammad Rasulullah Saw



Ini adalah beberapa perhimpunan kebajikan-kebajikan Rasulullah saw, yang telah dihimpunkan oleh sebahagian ulama yang diambil daripada beberapa hadist Nabi Muhammad Rasulullah saw.

1. Rasulullah saw adalah terlebih penyabar daripada segala manusia, yaitu tidak cepat marah.

2. Rasulullah saw adalah terlebih berani daripada segala manusia.

3. Rasulullah saw adalah terlebih adil daripada segala manusia.

4. Rasulullah saw adalah terlebih memelihara akan agama daripada segala manusia.

5. Rasulullah saw adalah tiada menyentuh dengan tangan perempuan yang bukan miliknya.

6. Rasulullah saw adalah terlebih murah daripada segala manusia.

7. Rasulullah saw adalah terkadang menjahit sandalnya yang putus dan terkadang ia menampal bajunya yang bekas dan terkadang ia berkhidmat pada pekerjaan yang hina akan ahlinya dan terkadang ia memotong daging serta ahlinya.

8. Rasulullah saw adalah terlebih sangat pemalu hingga tiada tiap-tiap matanya pada muka seseorang.

9. Rasulullah saw adalah memperkenankan panggilannya hamba orang dan memperkenankan ia akan panggilan orang yang merdeka dan menerima ia akan hadiah dan jikalau satu teguk air susu kambing atau satu paha pelanduk(kancil) atau air gulai daging sekalipun dan membalas ia atasnya dan memakan ia akan hadiah itu dan tiada memakan ia akan sedekah(zakat) dan tiada ia enggan memperkenankan panggilan sahaya perempuan dan panggilan orang yang miskin dan marah ia kepada orang yang berbuat maksiat karena berbuat maksiat pada tuhannya dan tiada orang lain marah karenanya.

10. Rasulullah saw adalah menyelesaikan akan pekerjaan yang sebenarnya meski yang demikian itu akan berbalas mudharat baginya dan segala sahabatnya sekalipun.

11. Rasulullah saw adalah terkadang mengikat batu diatas perutnya karena lapar dan terkadang ia memakan akan barang yang datang makanan padanya dan tiada menolak ia akan barang yang daripadanya makanan dan tiada benci ia daripada makanan yang halal jika mendapat ia akan kurma tanpa roti maka dimakannya dan jika mendapat ia akan daging yang dibakar maka memakan memakan ia dan jika mendapat ia roti gandum atau roti sya’ir maka memakan ia dan jika mendapat ia halua atau madu maka memakan ia dan jika mendapat ia air susu kambing tanpa ada roti maka telah memadai ia dan jika mendapat ia buah timun atau rutab juga dimakannya.

12. Rasulullah saw adalah tiada makan dengan bersandar diri dan tiada makan diatas talam atau tempat yang tinggi, tetapi ia makan diatas safarah/ dan sapu tangannya itu dua telapak kakinya dan tiada kenyang ia daripada makanan roti gandum dan roti sya’ir tiga hari berturut-turut hingga ia kembali/wafat pada Allah swt adalah yang demikian itu karena ia mengurangkan makan dengan ikhtiarnya bukan karena fakir dan bukan karena kikir.

13. Rasulullah saw adalah memperkenankan panggilan jamuan orang yang menikah atau lainnya dan berkunjung kepada orang yang sakit dan menghadiri jenazah dan berjalan ia padahal ia seorang diri diantara perhimpunan seterunya tanpa ada yang mengawalnya.

14. Rasulullah saw adalah yang terlebih sangat merendahkan diri daripada manusia dan terlebih sangat segan akan dirinya dan tiada ia membesar-besarkan dirinya dan terlebih sangat fasih atau mudah dipahami perkataan padahal ia tiada melanjutkan perkataan dan yang terlebih baik ia daripada segala manusia menyenangkan hati padahal tiada menyusahkan akan dia itu oleh suatu daripada pekerjaan dunia.

15. Rasulullah saw adalah memakai pakaian mendapat ia akan dia, maka sesekali ia memakai akan kain bulu yang hitam dan sesekali ia memakai akan kain benang buatan negeri yaman dan sesekali ia memakai baju jubah bulu unta atau bulu kambing, maka apapun pakaian yang didapatnya, yang mubah(diharuskan) maka memakai ia akan dia.

16. Rasulullah saw adalah cincinnya itu perak dipakainya pada kelingking kanan dan terkadang juga dipakaikan pada kelingking yang kiri.

17. Rasulullah saw adalah terkadang berkendaraan serta dibelakangnya itu hambanya atau orang lain bersama dengan dia berkendaraan, dan terkadang berkendaraan ia dengan kendaraan barang yang didapatnya. Sesekali ia berkendaraan dengan kuda, sesekali  dengan unta, dan sesekali dengan bughal syahbak dan sesekali dengan keledai dan sesekali ia berjalan kaki tiada memakai kaus dan dengan tiada berselendang dan tiada bersurban dan tiada berpeci, terkadang ia pergi melihat orang yang sakit pada tempat yang sangat-sangat jauh dari madinah.

18. Rasulullah saw adalah menyukai akan bau-bauan yang harum dan benci ia pada bau yang busuk dan terkadang duduk ia bersama-sama orang fakir dan terkadang ia makan bersama-sama orang yang miskin dan memuliakan ia akan orang yang terlebih baik didalam perangainya itu.

19. Rasulullah saw adalah mendekati orang yang mempunyai kemuliaan dengan berbuat kebajikan bagi mereka itu dan memberi ia akan kerabatnya dengan tiada melebihkan ia akan mereka itu atas seorang yang terlebih afdhal daripada mereka itu dan tiada ia benci akan seorang dan menerima akan orang yang minta ‘odhor kepadanya.

20. Rasulullah saw adalah terkadang ia bergurau-gurau dan tiada berkata didalam gurau-guraunya itu melainkan dengan perkataan yang benar dan tertawa-tawa ia dengan tiada tergalak-galak dan terkadang melihat akan orang yang bermain yang mubah maka tiada ia menegur akannya dan terkadang ia berlomba-lomba akan ahlinya dan terkadang membentak pada hadapan nabi saw oleh seseorang, maka sabar ia atasnya.

21. Rasulullah saw adalah terdapat unta yang ada baginya air susu, dan kambing yang ada baginya air susu pula, padahal ia dan ahlinya itu tiap-tiap hari memakan daripada air susunya itu.

22. Rasulullah saw adalah mempunyai beberapa sahaya laki-laki dan perempuan padahal tiada meninggikan atas mereka itu makanan dan didalam pakaian yakni tiada melebihkan ia akan dirinya dalam makanan dan pakaian atas segala sahayanya itu.

23. Rasulullah saw adalah tiada berlalu waktunya melainkan dengan berbuat ibadah kepada Allah swt dan tiada lalu waktu melainkan ia didalam pekerjaan yang tak dapat tiada daripadanya daripada memperbaiki diri dan terkadang ia keluar kepada kebun sahabatnya dan tiada pernah ia menghinakan orang yang miskin sebab fakirnya atau sebab sangat tuanya dan tiada dihebatkan raja sebab kerjaannya itu padahal ia menyeru kepada orang yang miskin ini dan pada raja ini untuk berbuat ibadah kepada Allah swt dengan seruan yang sama juga.

24. Rasulullah saw adalah sungguh telah Allah swt himpunkan baginya kelakuan yang telebih afdhal dan perintah yang terlebih baik yang sempurna padahal ia ummi yaitu tiada membaca surat dan tiada menyurat/menulis sendirinya dan padahal ia lahir didalam perhimpunan orang jahilayah dan didalam dusun yang dipadang yaitu didalam negeri badui dan didalam perhimpunan orang yang mengembalai kambing padahal ia yatim yakni tiada baginya bapak dan tiada baginya ibu, sedang wafat ayah dan ibunya itu pada ketika ia masih kecil  dan mengajarkan oleh Allah swt baginya akan sekalian perangai yang kebajikan dan jalan kelakuan yang kepujian dan segala khabar yang terdahulu-dahulu dan segala khabar yang kemudian-kemudian dan segala khabar menunjukkan kelepasan dan kemenangan di dalam akhirat dan mudah-mudahan memberi taufik Allah swt akan kami agar berbuat taat kepadanya dan rasulnya dan mengikut dengan rasulnya pada perbuatannya dan perkataanya. 

Aamiin !

Sebelumnya diatas telah teruraikan sebahagian dari sekian banyaknya perhimpunan kebajikan-kebajikan perangai Rasulullah saw.

Dan inilah beberapa perhimpunan daripada  adab Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh ابو البحترى r.a.

1. Tiada memaki Rasulullah saw akan seseorang daripada orang yang mukmin dengan satu maki melainkan jadi baginya kafarah yakni jadi menghapuskan akan dosa dan jadi rahmat akan dia.

2. Tiada melaknat Rasulullah saw itu akan perempuan sekali-kali dan tiada ia melaknat akan khadamnya dengan satu laknat sekali-kali, dan berkata orang kepadanya, sedang ia didalam perang kafir, “jika engkau laknat akan mereka itu niscaya jadi binasa mereka itu ya Rasulullah”. Maka sabdanya, “bahwasanya dibangkitkan akan aku jadi Nabi karena memberi rahmat akan manusia dan tiada dibangkitkan akan daku karena melaknat mereka itu”.

3. Adalah Rasulullah saw apabila dimohonkan oleh seseorang agar ia mendoakan atas kebinasaan orang muslim atau kafir yang khas/ maka memalingkan ia daripada mendoakan atas kebinasaan dan mendoa ia akan kebajikan baginya.

4. Tiada memukul oleh Rasulullah saw dengan tangannya akan seseorang laki-laki melainkan bahwa memukul ia akannya dalam perang sabilillah.

5. Tiada marah Rasulullah saw daripada sesuatu yang diperbuat oleh seseorang kepada hadapannya sekali-kali, kecuali jika perbuatan itu yang membuka akan yang diharamkan oleh Allah swt.

6. Tiada disuruh orang pilih akan Rasulullah saw antara dua pekerjaan sekali-kali, melainkan memilih ia akan yang terlebih mudah daripada dua pekerjaan itu, melainkan bahwa jika ada pekerjaan yang didalamnya durhaka atau pekerjaan yang memutuskan persaudaraan maka adalah ia sangat menjauhi akan yang demikian itu terlebih daripada segala manusia.

7. Tiada ada datang seseorang yang merdeka atau sahaya laki-laki atau sahaya perempuan untuk meminta tolong mereka itu pada suatu hajat melainkan ia berdiri sertanya didalam hajatnya itu.

8. Berkata Anas r.a “demi Tuhan yang membangkitkan Rasulullah saw dengan sebenarnya, tiada berkata Rasulullah saw sekali-kali bagiku didalam sesuatu pekerjaan yang benci ia kepadanya “mengapa engkau perbuat akan dia” dan tiada mencela kepadaku oleh seseorang daripada ahlinya, melainkan bersabda ia bagi mereka itu “tinggalkan dia bahwasanya adalah pekerjaan ini dengan tersurat pada louh mahfudz dan telah Qadar pada ilmu Allah swt”.

9. Berkata beberapa sahabat bahwa “tiada mencela Rasulullah saw akan tempat berbaringnya yakni tempat tidurnya sekali-kali, jika dihamparkan baginya tempat tidur, niscaya berbaring ia diatasnya dan jika tiada dihamparkan baginya tempat tidur, maka berbaring diatas bumi jua”.

10. Bahwasanya telah mensifatkan Rasulullah saw oleh Allah swt didalam taurat, sebelum daripada membangkitkan mebangkitkan ia akan dia, yaitu tersebut didalam satir yang pertama, maka firman Allah swt “Muhammad Rasulullah hambaku yang aku pilih, tiada keras perkataan, tiada keras hatinya, tiada mengeraskan suaranya didalam ‘kenapa’, dan tiada membalas ia dengan kejahatan akan kejahatan tetapi ia memaafkan akan dia dan mengampuni akan dia”. Dan demikian lagi sifatnya itu tersebut didalam kitab injil.

11. Setengah daripada perangai Rasulullah saw itu bahwa ia memulai dengan memberi salam akan seseorang yang bertemu akan dia dan barang siapa mendirikan ia akan dia bagi hajatnya itu niscaya sabar ia berdiri hingga adalah seorang itu yang berpaling dahulu, kemudian maka ia berpaling pula dan tiada mengambil oleh seorang akan tangannya maka melepaskan ia akan dia hingga melepaskan seorang yang mengambil akan tangannya itu.

12. Rasulullah saw apabila bertemu dengan seorang daripada sahabatnya maka memulai ia akan berjabat tangan ia akan tangan seseorang itu kemudia maka sangat digenggamkan atas tangan seseorang itu.

13. Rasulullah saw tiada ia berdiri dan tiada ia duduk melainkan atas mengucap zikir yakni adalah Rasulullah saw membanyakkan zikir ditiap-tiap kelakuannya itu.

14. Rasulullah saw adalah tiada duduk seseorang kepadanya padahal sedang sembahyang ia, melainkan meringankan ia akan sembahyangnya itu dan menemui ia akannya, maka bersabda ia “adakah bagimu hajat” maka apabila telah selesai daripada hajat seseorang itu maka kembali ia melanjutkan mengerjakan sembahyangnya itu.

15. Kebanyakan duduk Rasulullah saw itu bahwa mendirikan akan dua lututnya dan merangkul ia dengan kedua tangannya pada kedua lututnya itu yakni seperti kain yang diikatkan daripada belakang kepada lutut dan tiada diketahui ketentuan tempat duduknya daripada tempat duduk sahabatnya yakni tiada beda tempat duduknya itu daripada tempat duduk segala sahabat itu karena bahwasanya sekira-kira barang mana kehinggaan dengan dia tempat duduk itu disitulah ia duduk.

16. Tiada terlihat sekali-kali daripada Rasulullah saw itu melanjurkan dua kakinya diantara hadapan segala sahabatnya hingga jadi picik dengan kedua kakinya atas seseorang melainkan jikalau ada tempat itu luas sekira-kira tiada picik didalamnya dan adalah kebanyakan duduk Rasulullah saw menghadap ia akan kiblat.

17. Rasulullah saw itu adalah memuliakan seseorang yang masuk atasnya hingga terkadang menghamparkan ia akan kainnya bagi seorang yang tiada antaranya dan antaranya kerabat dan bukan sepersusuan maka mendudukkan ia akan dia diatas kainnya yang dihamparkannya itu dan adalah Rasulullah saw melebihkan orang yang masuk kepadanya itu dengan memberikan ia akan bantalnya yang dibawahnya maka jikalau enggan seorang itu menerima akan dia maka sungguh-sungguh memberikan akan dia hingga memperbuat seseorang yang itu akan dia.

18. Tiada mendengar akan dia oleh seseorang melainkan menyangka bahwasanya ialah yang terlebih mulia kepada Rasulullah saw daripada segala manusia hingga memberi ia akan tiap-tiap seseorang yang duduk kepadanya akan bahagian daripada pihak kemuliaanya hingga adalah majlis Rasulullah saw itu pendengarnya dan ceritanya dan lemah lembut kelakuan kedudukannya itu dan memberi kesukaan bagi segala orang yang duduk kepadanya itu dan adalah majlis serta yang demikian itu majlis hayaak dan tawadhuk yakni tempat berhimpun orang dalam majlis itu orang yang pemalu dan orang yang merendahkan diri dan tempat adab dan tempat sopan dan tempat amanah(kepercayaan) dan tempat rahmat dari Allah swt, seperti firman Allah swt Q.S Ali-Imran/159:

فبما رحمة من الله لنت لهم ولو كنت فظا غليظ القلب لانفضوا من حولك

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu”.

19. Sungguh Rasulullah saw menyeru/memanggil akan sahabatnya dengan kinayah yakni dengan katanya “ya Aba pulan” jikalau kali-laki dan “ya ummu pulan” jikalau perempuan, karena memuliakan bagi mereka itu dan karena supaya mencenderungkan bagi hati mereka itu kepadanya dan adalah Rasulullah saw memberi kinayah akan seseorang yang tiada ada baginya kinayah dan adalah diseru oleh orang dengan barang yang diberi kinayah akan dia oleh Rasulullah saw.

20. Rasulullah saw adalah memberi kinayah pula akan perempuan yang ada anak dan perempuan yang tiada baginya anak dan memulia baginya akan kinayah itu dan adalah ia memberi kinayah akan kanak-kanak maka jadi lembut dengan dia itu akan hati mereka itu.

21. Rasulullah saw adalah terlebih jarang marah daripada segala manusia dan terlebih segera ridha daripada mereka itu.

22. Rasulullah saw adalah terlebih kasih sayang daripada segala manusia dengan manusia dan terlebih berbuat kebajikan daripada segala manusia bagi manusia dan terlebih memberi manfaat ia daripada manusia bagi segala manusia dan tiada diangkatkan suara didalam majlisnya itu.

23. Rasulullah saw apabila berdiri daripada kedudukannya itu maka mengucap ia akan doa dan kemudian maka bersabda ia “mengajar akan aku kepadanya oleh Jibril a.s”.

اللهم و بحمدك أشهد ألا ﺈله ﺈلا أنت أستغفرك و أتوب ﺈليك


Maka itulah dari beberapa perhimpunan kebajikan-kebajikan perangai dan adab Rasulullah saw. Semoga kita dapat mengambil contoh teladan dari  segala sifatnya. 

Aamiin !

No comments

Subscribe Our Newsletter